Thursday, May 3, 2012
Tuesday, March 27, 2012
hay..hayang maks..maksimal
Sekarang lagi heboh2nya pemberitaan soal passion..apa seh passion..?yah cari ndiri lah di google..ribet nulis disini..he..intinya sesuatu hal yg gw suka dan bisa maksimal di situ..
nah dalam kasus gw, gw dalam kondisi menyukai berbagai macam hal hal yang lumayan banyak walopun itu masih dalam satu benang merah..entah apa namanya..gw suka berbagai hal kreatif. Baik itu visual, audio dan berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.
Kalo ada orang suka musik, misal suka main gitar, nah gw punya interest yang kuat di musik ga cuma di satu hal tertentu..gw suka gitar, demikian gw suka instrumen lainnya. Belum lagi menyukai berbagai persoalan seputar musik.
Belum lagi kalau bicara soal visual, baik 2D, 3D, manual, digital, statis, dinamis, konvensional, dari mulai seni yang bersih atau seni berantakan hampir semua suka..nah lho..masih nyari jati diri apah gw?
Lebih tepatnya gw sangat ambisius untuk bisa berkarya..listenn..: Be be er ka a er ye a.
Entah apa bentuk ato hidup gw ke depan..gw cuma pengen bisa berkarya dalam berbagai bidang interest gw tadi..
Hopely suatu saat semua karya itu memenuhi bumi..mungkin kaya menyampahi dunia..tapi setidaknya gw diinget gara2 sampah tadi.
Nah persoalannya gw pengen maksimal aj..entah apa yang menghalangi buat maksimal..
Okeh gw mo coba belajar dari kulkas aja deh..<ga pernah punya kulkas padahal>
Ni barang sebetulnya unik..secara fungsi utama ya dia gunanya buat ngedinginin makanan. biar ga busuk, tapi walo begitu dia punya berbagai fungsi lain..misal buat obat2an..tapi fungsi utama tetap mendinginkan..agak berbeda fungsi dengan AC seh..
Cuma nih kulkas kadang bisa kehilangan fungsi utama :
-saat dia kaga punya LISTRIK, maka fungsinya bisa beralih jadi lemari pakaian atau lemari buku.
-saat dia sudah rusak, maka fungsi utama tidak ubahnya seperti lemari biasa, walopun gitu kulkas gakan menggantikan fungsi lemari.
Okeh, yg bisa dipelajari adalah, gw butuh listrik supaya gw bisa maksimal, listrik berbicara soal referensi, ilmu, sejauh mana gw mengupgrade diri gw.
selain itu sebagai kulkas, dia akan maksimal jika ada makanan yang masuk. kalo kosong melompong mending dibuang aje.< buang ke rumah gw >. makanan berbicara tentang apresiasi, manfaat bagi orang lain apa, untuk maksimal kita harus bermanfaat.
Selama belom rusak, kulkas akan sangat maksimal menjaga makanan tetap segar, asalkan dia tetap tertutup < tertutup adalah syarat sebuah kulkas maksimal menjalankan fungsinya, supaya udara tetap dingin..jangan bocor..>. syarat berbicara tentang ketaatan, ato lebih tepatnya kemauan untuk mengikuti syarat2 yg ada. Misal seseorang ingin jadi pelukis, ya dia kudu mau kotor ama cat..simpelnya gitu deh.
nah dalam kasus gw, gw dalam kondisi menyukai berbagai macam hal hal yang lumayan banyak walopun itu masih dalam satu benang merah..entah apa namanya..gw suka berbagai hal kreatif. Baik itu visual, audio dan berbagai hal yang berkaitan di dalamnya.
Kalo ada orang suka musik, misal suka main gitar, nah gw punya interest yang kuat di musik ga cuma di satu hal tertentu..gw suka gitar, demikian gw suka instrumen lainnya. Belum lagi menyukai berbagai persoalan seputar musik.
Belum lagi kalau bicara soal visual, baik 2D, 3D, manual, digital, statis, dinamis, konvensional, dari mulai seni yang bersih atau seni berantakan hampir semua suka..nah lho..masih nyari jati diri apah gw?
Lebih tepatnya gw sangat ambisius untuk bisa berkarya..listenn..: Be be er ka a er ye a.
Entah apa bentuk ato hidup gw ke depan..gw cuma pengen bisa berkarya dalam berbagai bidang interest gw tadi..
Hopely suatu saat semua karya itu memenuhi bumi..mungkin kaya menyampahi dunia..tapi setidaknya gw diinget gara2 sampah tadi.
Nah persoalannya gw pengen maksimal aj..entah apa yang menghalangi buat maksimal..
Okeh gw mo coba belajar dari kulkas aja deh..<ga pernah punya kulkas padahal>
Ni barang sebetulnya unik..secara fungsi utama ya dia gunanya buat ngedinginin makanan. biar ga busuk, tapi walo begitu dia punya berbagai fungsi lain..misal buat obat2an..tapi fungsi utama tetap mendinginkan..agak berbeda fungsi dengan AC seh..
Cuma nih kulkas kadang bisa kehilangan fungsi utama :
-saat dia kaga punya LISTRIK, maka fungsinya bisa beralih jadi lemari pakaian atau lemari buku.
-saat dia sudah rusak, maka fungsi utama tidak ubahnya seperti lemari biasa, walopun gitu kulkas gakan menggantikan fungsi lemari.
Okeh, yg bisa dipelajari adalah, gw butuh listrik supaya gw bisa maksimal, listrik berbicara soal referensi, ilmu, sejauh mana gw mengupgrade diri gw.
selain itu sebagai kulkas, dia akan maksimal jika ada makanan yang masuk. kalo kosong melompong mending dibuang aje.< buang ke rumah gw >. makanan berbicara tentang apresiasi, manfaat bagi orang lain apa, untuk maksimal kita harus bermanfaat.
Selama belom rusak, kulkas akan sangat maksimal menjaga makanan tetap segar, asalkan dia tetap tertutup < tertutup adalah syarat sebuah kulkas maksimal menjalankan fungsinya, supaya udara tetap dingin..jangan bocor..>. syarat berbicara tentang ketaatan, ato lebih tepatnya kemauan untuk mengikuti syarat2 yg ada. Misal seseorang ingin jadi pelukis, ya dia kudu mau kotor ama cat..simpelnya gitu deh.
Tuesday, March 6, 2012
#DesainItu - Apa itu Desain?
Baru aja melihat sebuah video sederhana berjudul "Apa itu Desain?"
ini adalah video buatan panitia Nirmana Award. Isinya mewawancarai orang2 dari berbagai kalangan dan bertanya pada mereka "Apa itu Desain?"
videonya bisa dilihat di bawah
Hal ini mirip seperti pengalaman saya saat mengajar kelas desain, sebuah ekskul desain di salah satu SMA di bandung.
Di awal kelas selalu dimulai dengan pertanyaan, "Apa itu desain"
Lantas jawaban rata2 anak2 selalu begini :
-tidak tau
-desain itu seni menggambar
-desain itu karya seni
-desain itu penghias
-desain itu desain baju dan desain rumah..
-dll.
Fakta yang saya lihat sepertinya publik umum tidak terlalu mengerti secara dalam tentang desain. Efeknya masyarakat kurang terlalu mengerti manfaat dan bagaimana mengapresiasi sebuah desain.
Beberapa yang tidak menyadari beranggapan ada tidak adanya desain tidak berpengaruh pada hidup mereka.
Sepertinya desainer "lupa" mengedukasi atau mem-"branding" kata desain di masyarakat awam.
Semoga ini menjadi perenungan kita bersama untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat desain dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Otomatis apresiasi terhadap desain akan meningkat.
Semoga bakal banyak event desain yang melibatkan masyarakat banyak.
Salam.
ini adalah video buatan panitia Nirmana Award. Isinya mewawancarai orang2 dari berbagai kalangan dan bertanya pada mereka "Apa itu Desain?"
videonya bisa dilihat di bawah
Hal ini mirip seperti pengalaman saya saat mengajar kelas desain, sebuah ekskul desain di salah satu SMA di bandung.
Di awal kelas selalu dimulai dengan pertanyaan, "Apa itu desain"
Lantas jawaban rata2 anak2 selalu begini :
-tidak tau
-desain itu seni menggambar
-desain itu karya seni
-desain itu penghias
-desain itu desain baju dan desain rumah..
-dll.
Fakta yang saya lihat sepertinya publik umum tidak terlalu mengerti secara dalam tentang desain. Efeknya masyarakat kurang terlalu mengerti manfaat dan bagaimana mengapresiasi sebuah desain.
Beberapa yang tidak menyadari beranggapan ada tidak adanya desain tidak berpengaruh pada hidup mereka.
Sepertinya desainer "lupa" mengedukasi atau mem-"branding" kata desain di masyarakat awam.
Semoga ini menjadi perenungan kita bersama untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat desain dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Otomatis apresiasi terhadap desain akan meningkat.
Semoga bakal banyak event desain yang melibatkan masyarakat banyak.
Salam.
Monday, March 5, 2012
zz...no..zz...no
Selalu begini,
sudah ngantuk tapi tetap terjaga ketika melihat sebuah kotak bercahaya dimana semua sketsa mimpi-mimpi saya terletak disana dan tak sabar untuk termanifestasikan menjadi sebuah kenyataan.
Saat perut sudah menggeliat karna lapar dan dingin, tapi mata masih juga terjaga didorong oleh kekuatan besar dari otak yang tidak bisa mengendalikan kecepatannya.
okeh saya akan berusaha tidur.
woy Neluts..kalo kamu baca ini, tolong kasih ilmu Psikolog kamu dikit..hi
Promo Video The Armstrong - Kembali (Rehearsal Version) + (Official Lyric Video)
The Armstrong - Kembali
© 06-06-2011 The Armstrong
Kucoba menanti saat kau ada disini
dalam sepiku dalam khayalku
kumenantimu
dan tak kau menyadari
bahwa yang tlah terjadi di hidupmu
keinginanmu takkan selalu
itu yang terbaik untukmu
tapi kau tinggalkan pergi kusendiri
buang semua kisah di antara kita
dan kuingin kau tetap kembali
kuingin kau tetap kembali
kembali kembalilah
jalan terbentang begitu luas
saat kau kembali
kembali kembalilah
kudisini ada tuk membawamu kembali
kembalilah
ungkap kenangan
wujudkan harapanmu
2011
-------------------------------------------
http://www.myspace.com/thearmstrongband
http://thearmstrongband.blogspot.com
http://twitter.com/the_armstrong
http://www.facebook.com/thearmstrongband
Wednesday, February 29, 2012
saya tukang nasi goreng profesional
Sebagai seseorang yang bekerja di bidang jasa, dimana hampir bisa dibilang tidak ada produk yang ditawarkan. Seringkali saya mengalami dibedakan dengan seseorang yang mempunyai bisnis retail ( menjual barang ).
Bekerja sebagai desainer grafis, dimana apresiasi masyarakat masih rendah, seringkali kurang begitu dihargai dibanding jika saya datang menjual barang.
Kebanyakan orang menganggap pekerjaan desainer khususnya wilayah grafis adalah pekerjaan yang sangat mudah. Modalnya pun ringan, cukup bisa corel, photoshop. Dengan software yang meminjam dari teman dan komputer dengan spek rumahan sudah cukup untuk menjadi desainer.
Dan faktanya banyak orang2 yang bisa menjadi desainer dengan belajar hanya dari buku-buku komputer yang dengan mudah didapat di toko-toko buku. Beberapa saya akui cukup berhasil, karena mereka yang berhasil walau tidak sekolah, mereka mempelajarinya dengan peluh dan keringat yang banyak.
Sebagian besar lagi adalah desainer karbitan, yang merasa dengan bisa corel dan photoshop sudah bisa dianggap sebagai desainer.
Kondisi tersebut menjadi bumerang bagi desainer yang benar-benar belajar mati-matian, dari mulai sekolah, ikut seminar, membeli buku teori seputar desain, dan berbagai hal lain untuk membuat diri mereka tetap kreatif.
Akibatnya secara bisnis, pekerjaan desainer terutama yang freelance seringkali kurang begitu dihargai. Apalagi kalo klien yang memesan adalah teman dekat. Efeknya adalah jikalau teman tersebut tidak mengerti bagaimana mengapresiasi pekerjaan ini mungkin akan segera cemberut ketika diberikan harga untuk jasa desain yang diminta. Dengan beralasan bahwa pekerjaan tersebut sangat mudah, kadang klien yang notabene teman tersebut akan segera cemberut dan membuat pertemanan seakan runyam.
Jadinya saya terus berpikir, apa yang salah? ternyata paradigma orang-orang aj yang belum terlalu mengerti tentang pekerjaan yang satu ini. Padahal desainer bekerja siang malam untuk mengangkat image kliennya, sedang mereka tidak sempat untuk mengangkat image desainer itu sendiri.
Saya juga mendapati ternyata hampir semua pekerjaan itu pada dasarnya adalah jasa. Mau pekerjaan retail sekalipun sebenarnya adalah pekerjaan jasa. Pabrik mobil jasanya ya mengubah besi dan bahan-bahannya menjadi sebuah mobil. Sebuah toko, jasanya ya mendistribusikan barang hingga sampai ke tangan pembeli.
Jadi inget sebuah profesi sederhana, yaitu tukang nasi goreng. Memang tidak terlalu sulit untuk membuat nasi goreng. Bahannya sangat sederhana dan mudah didapat. Lucunya masih aja ada orang yang hendak membeli nasi goreng, biar murah, dia bawa nasi, telor sendiri.
"Maaf mba, saya tukang nasi goreng profesional, kenapa mba ga sekalian bawa kompor, kecap, daging, bumbu, penggorengan, dan gerobak sendiri?Nanti saya yang ngaduk2nya deh GRATIS..." - ahmad dhandan
Bekerja sebagai desainer grafis, dimana apresiasi masyarakat masih rendah, seringkali kurang begitu dihargai dibanding jika saya datang menjual barang.
Kebanyakan orang menganggap pekerjaan desainer khususnya wilayah grafis adalah pekerjaan yang sangat mudah. Modalnya pun ringan, cukup bisa corel, photoshop. Dengan software yang meminjam dari teman dan komputer dengan spek rumahan sudah cukup untuk menjadi desainer.
Dan faktanya banyak orang2 yang bisa menjadi desainer dengan belajar hanya dari buku-buku komputer yang dengan mudah didapat di toko-toko buku. Beberapa saya akui cukup berhasil, karena mereka yang berhasil walau tidak sekolah, mereka mempelajarinya dengan peluh dan keringat yang banyak.
Sebagian besar lagi adalah desainer karbitan, yang merasa dengan bisa corel dan photoshop sudah bisa dianggap sebagai desainer.
Kondisi tersebut menjadi bumerang bagi desainer yang benar-benar belajar mati-matian, dari mulai sekolah, ikut seminar, membeli buku teori seputar desain, dan berbagai hal lain untuk membuat diri mereka tetap kreatif.
Akibatnya secara bisnis, pekerjaan desainer terutama yang freelance seringkali kurang begitu dihargai. Apalagi kalo klien yang memesan adalah teman dekat. Efeknya adalah jikalau teman tersebut tidak mengerti bagaimana mengapresiasi pekerjaan ini mungkin akan segera cemberut ketika diberikan harga untuk jasa desain yang diminta. Dengan beralasan bahwa pekerjaan tersebut sangat mudah, kadang klien yang notabene teman tersebut akan segera cemberut dan membuat pertemanan seakan runyam.
"Ah, masa logo sesimpel itu musti bayar seh, kan cuma otak atik di komputer doank?yaud saya minta file corelnya deh, tar diedit sama ponakan saya yang masih smp."
cek video dibawah, obrolannya persis kaya gitu
Jadinya saya terus berpikir, apa yang salah? ternyata paradigma orang-orang aj yang belum terlalu mengerti tentang pekerjaan yang satu ini. Padahal desainer bekerja siang malam untuk mengangkat image kliennya, sedang mereka tidak sempat untuk mengangkat image desainer itu sendiri.
Saya juga mendapati ternyata hampir semua pekerjaan itu pada dasarnya adalah jasa. Mau pekerjaan retail sekalipun sebenarnya adalah pekerjaan jasa. Pabrik mobil jasanya ya mengubah besi dan bahan-bahannya menjadi sebuah mobil. Sebuah toko, jasanya ya mendistribusikan barang hingga sampai ke tangan pembeli.
Jadi inget sebuah profesi sederhana, yaitu tukang nasi goreng. Memang tidak terlalu sulit untuk membuat nasi goreng. Bahannya sangat sederhana dan mudah didapat. Lucunya masih aja ada orang yang hendak membeli nasi goreng, biar murah, dia bawa nasi, telor sendiri.
"Maaf mba, saya tukang nasi goreng profesional, kenapa mba ga sekalian bawa kompor, kecap, daging, bumbu, penggorengan, dan gerobak sendiri?Nanti saya yang ngaduk2nya deh GRATIS..." - ahmad dhandan
Monday, February 27, 2012
Friday, February 24, 2012
Pada suatu hari
Pada suatu hari..
"Bang ari abang teh dari ITBnya jurusan apa?
me: "seni rupa"
"tar dah lulus jadi apa?
me: "desainer"
oh..desainer...Ivan Gunawan donk..
me: "gubraaakkkk..."
"Bang ari abang teh dari ITBnya jurusan apa?
me: "seni rupa"
"tar dah lulus jadi apa?
me: "desainer"
oh..desainer...Ivan Gunawan donk..
me: "gubraaakkkk..."
Thursday, February 16, 2012
Tong Tji - Tong hiji..meli dua weh meh wareggg
teh favorit gw setelah Sariwangi, bedanya kalo sariwangi mantap diminum dari mulai panas banget, kalo Tong Tji masih nikmat sekalipun dia uda keburu dingin.
Minum teh seninya itu pada penyajian dan penggunaan air panasnya.
Jangan lupa jenis gelas ngaruh juga ke sensasi minumnya.

Kalo bisa gelas kaca yang bening, jangan mug deh..
Lebih enak lagi kalo gelas kaca yang biasa dipake di warteg..Lebih berasa joss.
Soalnya berasa keren gitu..dan baru tau tea kalo gelas yg di warteg itu punya nama Dimpled Mug, yang pada sejarahnya emng ditujukan buat orang2 yang minum bir. Panteus minum dari gelas itu berasa keren. haha.
Tuesday, February 14, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)







